![]() |
Foto: Selebrasi Gol, Donni. Pemain Libero |
Hasil
akhir 1 – 1 membuat laju PERSIPUNCAK CARSTENZS pun terhenti.
Kick
Off Babak Pertama dimulai, dengan cepat penguasaan bola didominasi oleh PERSIPUNCAK
CARSTENZS. Bermain ala Barcelona, pasing dekat satu-dua dilakukan para pemain PERSIPUNCAK
CARSTENZS. Namun, belum membuahkan hasil.
Pertahanan
PERSEMI Mimika cukup tenang untuk hadapi para pemain badai salju abadi. Walau
pun, jebakan offside nya berhasil
lolos tetapi, ada saja diskonek pembantu wasit (kabut) dengan wasit yang
memimpin pertandingan, bahkan ada sebuah pelanggaran di dalam garis 16 meter
dari tiang gawang yang dialami oleh pemain nomor punggung 5 PERSIPUNCAK
CARSTENZS, Nopison Siep.
Awalnya,
pada menit ke 23, Pemain PERSIPUNCAK CARSTENZS Nopison Siep mendapatkan asis wall pass dari pemain gelandang,
Hanverry. Dari arah menyamping, datanglah pemain lawan (Bek) dan mengambil bola
dengan menjatuhkan badannya. Namun, saat bola jauh dari kaki seorang Nopison,
barulah kaki Bek lawan menyentuh kaki Nopison hingga jatuh tepat di dalam garis
16 meter. Disinilah satu non-teknis wasit terlihat jelas bersama ratusan
penonton.
Skor
kaca mata bertahan hingga turun minum.
Babak
kedua, justru tensi bermain berbalik ke PERSEMI Mimika.
Pergantian
pemain, otak-atik pemain dilakukan oleh kedua tim ini.
Pada
menit ke 55, PERSEMI Mimika berhasil mencetak gol dari tendangan keras straiker,
walau hendak ditepis oleh penjaga gawang PERSIPUNCAK CARSTENZS, Yance Kobepa. Skor
sementara 1-0 untuk Mimika.
Saling
serang-menyerang, PERSIPUNCAK CARSTENZS lewat kaki seorang Libero, Donni Harold
Monim melalui asis Gelandang Menyerang, Onny Munipa berhasil mengejar
ketertinggalan menjadi satu sama (1-1).
Peluang
demi peluang tercipta pada Tim julukan Badai Salju Abadi, tetapi tidak menambah
pundi-pundi gol.
Masih
saling serang-menyerang dan hasil imbang bertahan hingga waktu normal
pertandingan babak kedua usai.
Ada
beberapa catatan evaluasi di dalam Tim PERSIPUNCAK CARSTENZS sendiri dan kepada
Wasit sebagai pemimpin pertandingan.
Catatan
ke Wasit bahwa tidak ada keputusan saat pemain Nopison Siep mendapatkan
pelanggaran di dalam garis 16 meter dari tiang gawan. Lanjut, beberapa Keputusan Offside yang tidak tepat. Dan terakhir,
Wasit memberikan penambahan waktu satu menit saat babak pertama juga babak
kedua. Serta, terkesan memolorkan waktu dengan alasan cara menaruh bola
offside-pelanggaran dengan tepat posisi (padahal sudah tepat), dan bersalaman
(padahal tidak terjadi adu mulut bahkan fisik).
Kepastian
poin, PERSIPUNCAK CARSTENZS masih menunggu panggilan dari Assprov PSSI Papua
bagian Komisi Banding. (KILIK Baca)
Kami
kecewa dengan ketidak profesional dari Panpel, Wasit, dan Tim Amatir Liga 3
Tahun 2017 Zona Papua lebih khusus pada Pool C. Karena, terkesan ada unsur non
teknis sehingga meloloskan Tim tertentu ke Putaran 3, babak enam besar. (*)
Redaksi Sepak Bola Puncak
Carstensz